Tik... tik... tik...
Pukul 12:30 dini hari berdetik meniupkan wangi akhir pekan yang mulai tercium.
Aku terbangun, sejenak me-restart otak. Jumat baru saja berlalu. Ntah mengapa bola mataku tiba - tiba memandang sebuah kalender yang tergantung di tembok.
Pandanganku pun berubah nanar mengingat isi dompet. Tanggal dua puluh tiga, bukan kali pertama isi dompet sekarat.
Pandangan mata pun berpaling ke arah rak buku. Deretan novel kedengarannya sedang berteriak - teriak, "pengen teman baru... pengen teman baru...!"
Kututup telingaku lalu beranjak ke ruang makan dan memutar siaran di salah satu stasiun TV. Sayangnya, jagoan saya sudah tampil sedari tadi.
Jarum jam terus berjalan, sebentar lagi pagi. Saya tidur dulu.
---
Pukul 7:00 pagi saya dibangunkan oleh suara ibu.
"Songkolo bandang!"
Sudah lama tidak makan kue lezat berwarna hijau tersebut. Saya segera bangun, cuci muka, sikat gigi dan ganti baju. Lalu cepat - cepat mendaratkan tangan kanan pada salah satu kue tradisional kesukaanku.
"Alhamdulillah, nikmat!"
(⌒˛⌒)
Bersyukur, kita memang harus bersyukur. Bukan Uyha Suryadi anaknya pak Syukur! xixixi *just kidding
Well...
Happiness starts with bismillah, for the simple thing... then ended by great things and alhamdulillah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar