Rabu, 26 September 2012

She is Needha.

Lihatlah langit, begitu biru dan awannya putih cerah.

Cerah...

Ya, secerah matanya.

Apakah kalian pernah mendaki gunung tertinggi di dunia?

Pernah lihat, tapi kali ini kita tidak sedang mengukur seberapa tinggi gunung Bawakaraeng atau gunung Alpen. Tapi badannya yang cukup tinggi.

Sudahlah... Beri tahu siapa dia.

She is Needha. My best friend yang walaupun terkesan kejam, tapi sebenarnya hatinya lembut.

Dia... yang selalu bawa tentengan dan sempat membuat saya ingin menyembunyikan tentengannya itu. Sebab tiada hari tanpa tentengan. Hehehehe...

Hmmm, dia... Suaranya lembut... Sekali mengeluarkan kata - kata, orang yang tidak cerdas mungkin tidak akan mengerti maksudnya. Isi kalimatnya selalu berisi (seperti isi tentengannya, hehehe... Peace)

Kalau kata hati Marie, "mudah - mudahan ada biskuit di dalamnya."

Kataku, "tentengan obat - obatan."

Minggu depan kami yang tersisa akan merindukan sebuah tentengan dan si jangkung yang bermata tajam. Tak seorang pun bisa merebut tentengannya, hehehehe...

"prriiiiip... Prriiiiiip...!" sempritan ketua PGH.

"Stop stop stop... Kita tidak sedang memperebutkan sebuah tentengan kan?" kata JM sambil mengeluarkan Note.

JM dan Gita akan menjemputnya...

Saya hanya bisa diam. Siang itu... saya menahannya di lantai 1, sebab saya masih menunggu satu orang murid pulang. Katanya, "hari ini terakhir saya mengajar."

Lalu?

Saya tetap ingin ditemani, tapi matanya berkaca - kaca mengenang murid - murid dan para sahabatnya. Sebelum air matanya jatuh, saya menyuruhnya naik ke lantai 2.

"sana, pergi..."

Dia dan Cenning pun kembali ke kelas. Saya tidak ingin berbalik karena saat itu saya sedang menahan kesedihanku. Lalu tetap tersenyum dihadapan muridku.

Pada saat makan bersama pun tidak ada yang membahas tentang esok hari, kami hanya membahas tentang film horor jaman dulu. Setelah itu selesai, ke kelas masing - masing dan pulang.

Di angkutan umum, saya tidak sedang cemberut karena masalah yang menimpaku beberapa hari ini. Hal itu tidak penting. Yang membuatku tiba - tiba sesak adalah sebuah kenangan.

Saat saya menyadari; besok - besok tidak akan bertemu dengannya tiap hari. Tidak mendengar nasehat singkatnya setiap ada masalah menerpa.

Sudahlah, hari ini sungguh cerah... Bulan depan dia menikah, itulah kebahagiaan yang dinantikannya. Sahabat yang baik selalu menginginkan yang terbaik untuk sahabatnya, bukan?

And the Princess will get married soon. Insya Allah :)

-Happy End-


The Carey, I Always Remember.

I always remember…

Dari tahun ke tahun,
waktu terasa cepat namun kadang begitu lambat.

Kehebatan waktu adalah kita dipertemukan dalam canda yang mungkin menyakitkan dan mungkin juga menyelipkan kerinduan; ketika kita telah berjalan pada jalur kita masing – masing, dan kita pasti akan mengingat saat – saat bersama yang
biasa saja, sederhana tapi we will always remember.

Masih terekam jelas, sang waktu mengantarku di
bulan Februari 2011. Pukul 07.10 pagi, masih sunyi. Aku duduk di antara beberapa guru. Salahsatunya dia; seorang guru yang tenang dan ramah. Kami sudah berkenalan kemarin namanya Ratna.

Aku juga tidak lupa dengan sebungkus keripik yang ditawarkannya. Mungkin dia gemar makan keripik, sebab sudah 2 hari dia menawarkan.

Perbincangan berlanjut pada latar belakang pendidikan kami. Jarang bagiku mudah akrab dengan orang baru, kecuali ada kesamaan dan kata kuncinya adalah: Perancis.

Sarjana Sastra Perancis jebolan UNHAS bertemu dengan diriku yang tergila – gila dengan kesenian dan keindahan Perancis. Bukan hanya itu, perbincangan kami berlanjut pada ‘kenal ini- kenal itu’ dan singkatnya kamipun akrab.

Kami juga sering pulang bersama, karena sejalur angkutan umum dan kemudian banyak kisah – kisah yang dibincangkan di dalam angkutan umum berkode E tersebut. Mulai dari kisah cinta dan banyak hal.

Ms. Carey, begitulah panggilan akrabku padanya. Tidak ada
yang menyangka bahwa gadis lembut dan pendiam sepertinya bisa gila juga. Seumpama Isaac Newton sang penemu teorema binomial, diriku adalah penemu sisi lain
dari Ms. Ratna yang
sebelumnya belum diketahui guru – guru lain.

Beberapa tahun menyendiri dan diam dalam abu – abu, gadis kelahiran tahun 1984 yang mempunyai cirikhas rambut belah tengah dan kuncir ekor kuda dan tak pernah sekalipun menguraikan rambutnya kemudian terurai di suatu ketika.

Hari itu, kami ditraktir karaoke dan satu lagu yang
entah mengapa tiba – tiba membuat Ms. Ratna bergairah lalu ia berdiri dengan semangat bernyanyi dan tentunya suaranya powerful bak Mariah Carey. Satu hal yang
mencengangkan dan membuatku tertawa terbahak – bahak adalah saat ia melepaskan ikat rambutnya lalu menyibak rambut yang tidak pernah sekalipun diurainya didepan teman – teman lain sambil bernyanyi. Sejak saat itu perubahan menghiasi tiap kelas, dengan senyum dan candanya bersamaku dan beberapa teman lain seperti Marie, JM, Sita, Gita, Cenning, Needha, Mira, Yuni dan Dedew.

Ada satu alasan dari semua perubahan di atas. Penjelasan mengenai perubahan itu, selain penemuanku bahwa ia adalah seorang teman yang murah hati dan tidak mudah percaya pada orang dan telah menemukan sahabat yang belum ia dapatkan di tempat itu; sahabat yang
mempersatukannya dengan sahabat lain yang tak kalah baik dan gila. Sahabat yang sering berulah dan unik yaitu Poetry Spice ^^

Karena masa – masa indah dan suram itu tak terlupakan, so I always remember. Juga ketika ia memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. Tempat dimana kita bertemu dan membuat karya – karya yang terpajang beberapa waktu lalu terganti dengan karya lain. Namun dalam karya tersebut; ada potongan – potongan kebersamaan.

Terima kasih atas kebaikan yang selama ini terjalin, bantuan – bantuan yang belum bisa terbalaskan dan maafku atas candaan yang menggores hati.

Don’t forget our class “Casablanca” and remember I’ll hide your shoe anytime, because I like it ;’)

Au Revoir Mademoiselle Carey,

Poetry Spice


Selasa, 25 September 2012

Tempat Itu.

Hidup juga sebuah perjalanan. Kita akan terus berjalan, atau singgah pada suatu tempat kemudian melanjutkan perjalanan kita.

Di tempat itu; mungkin bagi mereka ataupun saya hanyalah sebuah persinggahan. Bila nyaman, kita akan bertahan lama.

Tapi bagi cinta tempat itu bukan sekedar persinggahan. Kita belajar bijak di tempat itu; memilih dengki atau kebaikan. Belajar mencintai yang tidak kita suka. Kita belajar mencintai di tempat itu. Juga belajar mengenal kerasnya kehidupan nyata. Bahwa sebuah perjuangan itu akan menghasilkan cinta.

Cinta yang universal; saat bersinggungan dan bercerai. Mengenal dan melupakan. Tertawa dan menangis. Jatuh kemudian bangun. Bertemu dan berpisah lalu berjanji bertemu kembali. Ada manis dan pahit, seperti coklat. Itulah cinta, universal.

Kelak, kita akan berpisah... Somehow, perpisahan bukanlah akhir. I just want you to remember that we have ever felt the happines freak laugh and sad moment together.

Karena tujuan sebuah perjalanan adalah Cinta. Sebelum kita berpulang pada Sang Pemilik Cinta.

And time is fast but short sometimes. Tempat itu penuh cinta bagi para pecinta. kita pergi dengan bekal cinta dari tempat itu.

Terima kasih cinta...




Minggu, 23 September 2012

Too Late to Say I'm Sorry

Tentang provider yang sering bermasalah.

Semenjak bekerja terlalu fokus, dia sudah jarang menerima panggilan masuk maupun membaca sms. Berkali - kali kerabat menghubunginya, tidak dihiraukannya.

Di suatu Sabtu pagi, langit gelap dan udara sangat sejuk. Gadis yang bernama Darni tertidur lelap namun tiba - tiba rasa lapar membangunkannya. Tepat pada saat ia bangun, ada sebuah pesan masuk di ponselnya.

Hai Dar, hri ini kmu sibuk nggak? Aku btuh bntuanmu, kalau bs kta ktmuan jam 10 pagi di cafe langganan kita dlu.

Yana.

Rasa lapar membuat Darni hanya membaca isi pesan tadi.

Di dapur yang kotor dan berantakan Darni berdiri sendiri menggoreng telur mata sapi. Lalu membuka kulkas dan meracik sambal kecap kegemarannya.

Setelah makan, ia kembali tidur. Begitulah kebiasaannya tiap hari Sabtu.

Hingga siang pun menyapa, tapi kali ini siang tak bersama mentari. Aroma tanah basah berkelindan di udara. Listrik padam, siang itu pesan singkat yang sama dari Yana terkirim lagi dan masih diabaikan.

Sudah jam 04:00 sore, hujan semakin lebat. Darni terbangun untuk buang air kecil. Saat ia melintasi meja kecil yang penuh dengan tumpukan buku, tanpa sengaja ia menyambar buku - buku tersebut dan sebuah buku agenda tua menghalangi langkahnya.

Bukankah itu buku Yana yang pernah kupinjam?

Tanya Darni dalam hati dan bergegas ke toilet.

---

Dua hari kemudian, Darni pulang larut malam. Udara terasa sangat panas. Listrik padam dan ia tidak bisa tidur. Satu - satunya elektronik yang menemaninya hanya ponsel biru kesayangannya.

Sambil dengar musik, ia membuka galeri foto lalu ia membuka kotak masuk pesan.

Yana

Yana adalah teman lama yang sempat dekat dengannya, dulu. Sebelum Yana memergoki Darni bermesraan dengan kekasihnya waktu itu.

Meskipun tidak satupun dari mereka melanjutkan hubungan dengan Gusti, pertemanan mereka tidak seharmonis dulu lagi.

Air mata Darni menetes bersama riuh hujan yang mulai turun. Malam itu, kenangan mereka bersama terputar kembali. Bagai sebuah film di bioskop; layarnya besar dan suaranya menggelegar. Ia menyesali yang telah terjadi.

Yana, sblmnya dri dlu sy ingin minta maaf...mslh gusti. Bknx sllu ingin mnghindar, tpi kau tau...sy sbg tmnmu mrsa malu tlh mrebut kksihmu :'(
Yan, I'm so sorry....

Pesan Darni telah dikirimnya namun masih tertunda karena jaringan yang bermasalah.

Masih dalam keadaan sedih, ia tertidur pulas. Bantalnya basah oleh air mata penyesalannya.

---

Pagi kembali mendung, di bulan Februari yang seharusnya ceria nampak suram. Langit yang gelap dan dingin yang mencekam. Ada suara pintu pagar yang terbuka, Darni menuju ke arah ruang tamu.

Matanya merah dan bulu kuduknya merinding. Tidak ada siapa - siapa. Ia pun berbalik ke kamarnya dan mencium bau parfum yang mengingatkannya pada sosok Yana.

Diraihnya ponsel yang berada di atas tempat tidur dan menelfon Yana. Panggilan pertama dan kedua terabaikan, ia mencoba memeriksa pesan yang dikirimnya semalam namun belum juga terkirim.

Hingga sepuluh kali ia mencoba tetap tidak dijawab Yana.

Penasaran, Darni lalu bersiap ke rumah Yana meski hujan lebat meramaikan kota Daeng.

---

Ditengah perjalanan, motor Darni mogok dan terpaksa ia harus berhenti disebuah warung kecil untuk berteduh.

Sambil menunggu hujan dan motornya yang diperbaiki montir, ia kembali menghubungi Yana. Dan panggilannya dijawab.

"hai Yan, kamu lagi dimana sekarang??"

Tidak ada suara diseberang sana, entah jaringan yang mempermainkannya atau derasnya hujan membuat Darni tidak mendengar suara Yana. Ia menghubungi Yana lagi.

"halo... Halo... Yan, kamu bisa dengar?"

Terputus.

"shitt...!!"

---

Sore begitu cepat menghampiri. Hujan reda dan Darni yang sempat pulang ganti baju bersiap - siap ke rumah Yana.

Sesampainya di rumah Yana, tak terlihat tanda - tanda keramaian. Lorong yang berkelok - kelok terlihat sepi, hanya Adzan Maghrib dari Mushollah yang terdengar. Darni mengetuk - ngetuk pintu rumah Yana. Tapi tidak ada suara atau jawaban.

Ia mengintip di jendela, matanya mengintai ruang tamu. Tidak ada siapa - siapa. Kemudian ia mengetuk lagi, lebih keras.

"Yan, Yana... Ini saya, Darni. Kamu ada di dalam?"

Tidak bosan ia mengintip lagi, sekilas ada seorang gadis berkerudung putih melintas dari depan kamar Yana menuju ruang lainnya.

Itu seperti Yana, apa Yana tidak mau bertemu denganku? Tanya Darni dalam hati.

Putus asa, Darni pulang dengan kecewa. Sepanjang perjalanan ia tidak habis pikir, mengapa Yana tidak ingin membukakan pintu? Lalu apa maksud dan tujuan Yana ingin bertemu dengannya?

---

Darni yang tinggal sendiri di rumah kontrakannya duduk termenung di ruang tamu. Angin bertiup kencang lalu disusul oleh guntur dan hujan. Suara hujan menggantikan suara tangis yang tertahan.

"I wish I could turn back the time and I'd prefer my friendship" curahan hati Darni di akun Facebooknya.

Beberapa menit kemudian ia tertidur.

Malam yang sunyi dan hujan deras, Yana dengan kerudung putihnya membuka pagar Darni. Wajah Yana tidak seperti biasanya, ia tampak lelah dan matanya tersimpan berjuta duka. Diketuknya pintu rumah Darni.

Kaget, Darni segera membuka pintu dan terpaku melihat Yana. Kejadian setahun lalu terasa seperti baru terjadi kemarin. Mata sembab yang dipandang Darni, memancarkan kata - kata yang tak terucap.

"Yana, I am sorry..." Darni terisak, dadanya sesak. Kemudian tak mampu berkata - kata lagi.

Darni tak mampu menahan tangisnya, ia juga hanya bisa melihat Yana beranjak pergi tanpa kalimat sedikitpun. Darni terus menatap Yana yang semakin jauh.

"Yana...!" suara Darni melemah, keringatnya bercucuran dan ia terbangun.

Matanya terpaku pada sebuah pintu yang masih tertutup. Hanya mimpi.

"apa itu hanya mimpi?"

Darni menyibak rambut panjangnya lalu menghapus keringatnya. Ponselnya bergetar. Ada pemberitahuan dari akun facebooknya.

Mala Sari mengomentari status anda.

"kesempatan kadang tidak datang dua kali. Besok ada takziah di rumah kakek Yana."

"Kakeknya Yana meninggal dunia?"

"oh, brarti kamu blm tau yah?"

"apa itu? Beberapa hari ini saya belum online."

"Maaf, Darni... Yana sudah meninggal 3 hari yang lalu, saya pikir kamu sudah tau." jawab Mala Sari membuat Darni merinding.

"3 hari yang lalu? Perasaan, hari sabtu lalu Yana masih sempat sms sy deh..."

"iya, dia meninggal 3 hri yang lalu kecelakaan. Hri sabtu malam, malam minggu itu hujan keras ada supir truk dgn kcepatan tinggi menyambar Yana." lanjut Mala Sari membalas komentar Darni.

Kemudian salah seorang teman SMA mereka mengomentari status tersebut.

"kata kakek Yana, pagi itu almarhumah rencana menemui temannya, ia membawa sebuah kado yang ikut tergilas dengan beliau. Sungguh tragis. Saya sempat melayat malam itu, dia pakai jilbab pemberianmu Darni :'( saya msih shock ingat kejadian itu."

Wajah Darni berubah pucat pasi, tangannya gemetar setelah membaca komentar - komentar temannya. Dan dibalik pagar ada seseorang berkerudung putih berdiri sambil membawa bingkisan kado.

-The End-

*Cerita ini hanya fiktif belaka. This is my first fiction story. Request dari seorang teman. Penulis mempersilahkan kritik dan saran. Semoga terhibur... ^^v Remember tidak ada yang perlu ditakuti selain Tuhan, Allah selalu melindungi ummatNya. Dan... Sayangilah sahabatmu karena sahabat adalah teman terbaik anda.

Spice Up Your Life,
Poetry Spice


Sabtu, 22 September 2012

I Want to Know What Love Is

♫♪♫♪

I gotta take a little time
A little time to think things
over
I better read between the
lines
In case I need it when I'm
colder

In my life there's been
heartache and pain
I don't know if I can face it
again
Cant stop now, I've traveled so far
To change this lonely life

I wanna know what love is
I want you to show me
I wanna feel what love is
I know you can show me

I'm gonna take a little time
A little time to look around
me
Ive got nowhere left to hide
It looks like love has finally
found me

In my life! there's been
heartache and pain
I don't know if I can face it again
I cant stop now, I've traveled so far
To change this lonely life...

I wanna know what love is
I want you to show me
I wanna feel what love is
I know you can show me
I wanna know what love is
I want you to show me

And I wanna feel, I want to
feel what love is
And I know, I know you can show me

show me

I wanna know what love is,
lets talk about love
I want you to show me, I
wanna feel it too
I wanna feel what love is, I
want to feel it too
And I know and I know, I know
you can show me
Show me love is real, yeah
I wanna know what love is...

♫♪

Mariah Carey


Jumat, 21 September 2012

Bonheur

Segala sesuatu berawal dari mimpi.

Akankah suatu saat nanti mimpi itu kan tercapai? Ntahlah, mungkin.

Suatu saat nanti aku akan duduk pada sebuah taman dalam impianku, duduk bersama orang yang kucintai. Ntah siapa dia namun aku selalu ingin kesana; menikmati udaranya, memandang sebuah menara eksotik, berbagi kisah sederhana dan merencanakan berbagai target.

Impossible berawal dari kata: I'm-possible, menurut banyak orang.

Semoga Tuhan mengiyakan, alam semesta berpihak padaku. Dan segala sesuatu selalu kuserahkan padaNya.

Suatu saat nanti di kota Paris

や♡έ╫яγ



Carilah Aku.


Waktu akan selalu berdetik, bergeser dari menit ke menit.

Tahukah kau saat terindah dimana aku menangis dan kau membuatku tertawa?

Tapi...
Bukankah cinta tidak perlu diungkapkan?
Cinta akan menemukan jalannya.

Tepat disampingmu, disitulah tempatku. Kau hanya perlu sedikit mengejarku dan mencari tempat persembunyianku.

Bila saja ada jalan pasti untuk kita bertemu, entah kapan. Tuhan masih ingin merahasiakannya.

Carilah aku,

-Poetry Spice-


Rabu, 19 September 2012

Red is Love


I remember when I was a little girl... I saw the red bow hairclips and I loved them so much. My mum didn't like red and almost didn't give me money to buy them then I begged as always.

I felt happy when I bought even if my mum said the bows were old-fashion.

Long time ago, I used to buy red t-shirt. I was 14 years old, my mum told me that red is satan's colour, she was still hate red.

But my mum and daddy love me so much, they always try to make me happy.

Then I like another colour: black. But I couldn't help my self everytime I saw some red clothes, stuff, and many more...

Now... I am 25 and I feel free to buy what I want. But still I wanna thank to my lovely parents... they are my love, who always give me  beautiful colours in my life and set me on my path.

With a million Love,

ρ♥έτяγ



The Summary of July to September 2012

Joie De Vivre... Nikmati hidup senikmat mungkin.

Especially for this term, I am glad to have a very wonderful life.

Menjadi guru pre-school, suka duka terlukis indah. Banyak kejadian lucu yang tidak bisa dipaparkan satu per satu. Tapi bekerja dengan hati, kita akan selalu bahagia :)

Pada term kali ini, rasa bosan menghampiri saat saya tahu akan mendapat kelas Beginner. Why?? Rindu suasana Toddler class. Mengingat kembali masa training saya dulu bersama toddler yang lucu - lucu. Dan... thanks God, Head Master meng-iyakan.

July 2012 saya kembali memegang 3 Toddler. Jessica Aurel, si blasteran German & Indonesia yang ibunya sangat ramah, dermawan dan baik hati. Hmm, namanya Bunda Raiza.  Awalnya senang, Aurel si bule mempunyai wajah cantik. Matanya yang tajam, bibir merah dan kami sangat dekat. Tapi... untuk mengajar Aurel; saya harus memutar otak, mencari cara mengatasi sifatnya yang pembosan. I started from zero to teach her, and the result... Now she can recognize some shapes, letters, numbers, colours,etc. She'll move to Beginner class :')

The next is Kimberly. She's a cute little student who likes to say "mau makan... mau minum... mau e'e..." dengan logat khasnya :)

Kimmy, awalnya sangat pemalu dan nyaris tidak mengeluarkan suara. Butuh 3 minggu beradaptasi, mulai dengan senyum... You'd hard to see her smile. But she did some improvements. Kimmy yang sekarang, sudah agak ceria dan mau beradaptasi dengan teman - teman juga Mbak Ciya CS di pantry (khusus untuk washing hands+pee+poo). Term depan yang tinggal dihitung jari, Kimmy akan stay di Toddler memperlancar lagi hafalannya :)

The 3rd Toddler is my handsome student Muhammad Ataya Beckham. Surprised to hear his nick name "Beckham"... but I know why did Ms. Dina and Ms.Hana trust me to teach him cuz I LOVE all the things about SPICE GIRLS and ofcourse Victoria Beckham.

Mulanya saya sangat tidak menduga... Beckham sangat aktif dan tampaknya belum menemukan chemistry. Setiap datang kesekolah Beckham harus menangis dulu. Tapi, sebulan berikutnya Aurel membantu saya menenangkan Beckham. Seperti kata receptionist, "Beckham senang dengan yang cantik - cantik." hmmm untung saja, kata pengasuhnya... Menurut Beckham Miss Poetry itu cantik xixixixixixi... (jadi malu...) Dan Next term, Beckham masih harus berlatih untuk menjadi murid yang tidak cengeng lagi. Luv u Beckh :)

Di kelas pagi juga tidak kalah menyenangkan dan bonus beberapa kali komplain. Pertama, mizzundastood. About Cheryl's mum yang salah paham, kenapa anaknya selalu menangis. Padahal di kelas Cheryl sangat diistimewakan. But now it's better and normal. Yang kedua si Ayumi's mum... Can't tell but I wish next term she'll get the best class (without me) and hope she'll not regret to let my wonderful class xixixixixi...

From the beginning... Bad news, missundastood are not an obstacle for me to be a good teacher. Cuz the real happen will always be fun and smart.


Minggu, 16 September 2012

My Colourful 25th Birthday

I'd like to tell my colourful birthday :)

Saya lahir di Malang, tepat pada tanggal 2 September 1987. Tahun ini saya berusia 25.

Sebelumnya, tidak pernah membayangkan pada hari ulang tahun saya akan penuh dengan warna. Kecuali tradisi sahabat - sahabat saya di Sekolah (PGH), mereka dan saya sudah berencana untuk menggabung acara ulang tahun saya dengan Miss Ratna. Seperti biasa, setelah mengajar kami paling senang karaokean atau makan bersama, khususnya sesudah terima gaji :)

Sebelum tanggal 2 tiba, terjadi sedikit kesalahpahaman antara saya dan Evhy. Kami sama - sama tersinggung dengan masalah kecil. Pada saat itu saya sedang sensitive, tetapi awalnya hanya pura - pura marah saat Evhy menyebutku "Nenek Sihir" dan ditanggapi serius oleh Evhy.

Evhy, yang sangat mudah ciut dan cepat mengambil kesimpulan mengeluh di akun Facebooknya lalu memperkeruh keadaan. Jadilah kami tidak saling berbicara.

Pukul 00:20 tanggal 2 September hingga subuh tiba ucapan selamat memenuhi dinding akun, ponsel dan lain - lain. Sementara saya sibuk mempersiapkan diri untuk menghadiri akad nikah Ani. Salah satu anggota The Freak, karena diselenggarakan tepat pada hari ulang tahunku.

The Freak: Uyha, Wana, Listy, Masyita dan Saya harus rela melewati jalur daerah Camba ke Soppeng dengan mobil yang telah disiapkan oleh Wana. Cukup melelahkan dan membuat Listy mabuk karena supirnya ugal - ugalan.

Sesampainya disana, kami bertemu kembali dengan sahabat kami Ani setelah setahun lamanya tidak berjumpa. Suasana yang sepi dan panas di Soppeng tidak membuat kami bosan. Uyha selalu menghibur kami.

Selepas ijab kabul dan kedua mempelai duduk di pelaminan, kami foto bareng. Lalu saat pengantin melakukan sesi foto, kami naik ke atas  (rumah panggung yang terbuat dari kayu jati, tradisional Makassar.red) untuk menunggu Ani.

Beberapa ibu menghidangkan kue - kue tradisional, kami menyebutnya kue pengantin yang dipercaya bahwa bagi para bujang dan gadis yang belum menikah jika memakan kue pengantin maka akan segera menyusul alias bertemu jodoh dan meskipun hanya mitos kami selalu antusias untuk memakannya. Begitupun Uyha, walau sudah menikah di tahun 2011, Uyha yang paling tidak sabar.

Dan, para kerabat dekat keluarga Ani pun dijamu oleh tuan rumah. Sementara kami yang duduk di sudut ruang tamu sejenak dilupakan.

"wah... Kenapa kita tidak dipanggil?" tanya Uyha sambil memandang kue - kue lezat yang digemarinya.

Kerabat dan tuan rumah tak sedikitpun menoleh kebelakang mereka: kami. Hingga Uyha yang sedari tadi menunggu dan melirik kue dengan gayanya yang kocak, tak mampu bersabar lagi...

Ia mengambil sebuah guci yang terbuat dari anyaman bambu dan terbungkus kain merah berbentuk seperti gendang. Uyha pun memulai kegilaannya. Ia merogoh isi guci yang kosong dan berperan sebagai bapak yang menghitung jumlah amplop.

"haji Salihi lima puluh, haji Sahada' sepuluh... Aji Suleha sepuluh. Nda mau ja saya sisa - sisa" (kue.red)

Lalu bernyanyi sambil memukul gendang.

"teaja - teaja sisa... Bella na ma' nu tau... Bella bella na mamo... Bella na bella na tonja datang, Seratus ribu poeng di solo'... Don't forget to take away... Don't forget take away... Cucur... Egg... Takkallong... Takkallong laloi..."

Kami pun tertawa terbahak - bahak. Dan pada saat pulang, kami berencana singgah ke MJ alias Mas Joko. Penjual bakso lezat dekat sekolah kami SMAN 5 Makassar.

Dan jam 7:30 malam kami sampai di Makassar lalu menyantap bakso urat paling enak di Makassar versi The Freak.

---

Jam 8:30 malam saya sampai di rumah yang gelap karena lampu sedang padam. Pegal dan tulang seperti remuk.

Belum puas meluruskan badan di tempat tidurku, tiba - tiba datang seorang tetangga yang tampan, yang sudah seperti adik dan muridku. Ia membawa sebuah kue cake dengan lilin. Keluarga dan tetangga memberikan kejutan manis.

###

Beberapa hari setelah tanggal 2 September.

Suasana sekolah sepi. Desas - desus rencana yang simpang - siur makin terdengar ditelingaku. Keadaan semakin keruh setelah Evhy berkata, "tidak akan kubagi lagi candaku denganmu."

Saya memutuskan untuk tidak ikut. Miss Ratna sebagai yang dituakan, bolak - balik mengunjungi kelas saya. Tapi tidak sempat menyampaikan tujuannya, kemudian disusul oleh Mira, Sita dan Nida. Mereka hendak membujuk saya agar berubah pikiran dan bertanya apakah saya ingin join atau tidak?

Saya belum bisa menjawab, dan sedikit marah menyindir Evhy bahwa dia yang harus datang kekelas saya, bukan saya yang kesana. Tapi setelah dipanggil, Evhy tidak mau.

Dan akhirnya saya menjawab, "No... I won't."

Rasa sedih menggerogoti hari dan hati saya saat itu. Ketika melihat kesunyian; sendiri di kelas bersama guru baru, Marie yang paling dekat pun lebih memilih pergi ke Terong daripada menemaniku membeli cincin emas hadiah patungan guru - guru lantai 2 untuk kepala sekolah yang akan menikah.

I felt lonely, like I didn't have anyone to trust and be with me that day.

Sepulang sekolah, saya tidak sejengkalpun bersama PGH. Saat itu, Evhy duduk bersama yang lain dan diriku gigih menjaga gengsi dan berlalu pulang.

Di kamar, dengan penuh kekesalan dan kesedihan... Saya menghubungi JM, si pendengar setia. Mungkin pada saat seperti itu, dialah yang selalu berfikiran jernih dan memandang sebuah masalah dengan bijak.

"Jangan meluapkan emosi pada semuanya kalau yang bermasalah padamu cuma satu orang."

Dan saya setuju dengan penegasannya. Tapi selalu ada bisikan tidak terima. Rasa egois telah menjalar disetiap sudut otak saya.

"kalau memang tidak bisa, itu hak kamu, tapi jangan menutup diri dengan yang lain yang tidak bersalah, sendiri dikelas... That's just not you. Mungkin karena kau orang yang heboh dan penuh keceriaan, sementara Evhy tidak tau bahwa kau kadang suka jahil dan marah tapi tidak benar - benar marah, sebab itu dia tersinggung dan dia sangat perasa." panjang lebar JM.

"iya, iya... Sudah berapa kali kau tegaskan dia perasa, meskipun kalian mungkin lebih ingin menjaga perasaan Evhy. Tapi saya juga punya perasaan. Oke, baiklah..." jawabku kala itu.

"begini, kami pastinya tidak membela siapapun disini karena kita semua sahabat. Tapi, karena kami menganggap kau lebih kuat daripada Evhy, makanya mereka berharap dirimu yang mengalah. Bukan karena salah, karena lebih kuat." Tegas JM.

"atau, kalau memang sudah tidak bisa ditolerir, jangan biarkan teman - teman yang lain lebih memilih Evhy karena pastinya kau akan merasa sendiri. Tunjukkan pada mereka bahwa dirimu lebih pantas dipertahankan."

2 Jam bertukar pikiran, akhirnya saya sudah merasa tenang kembali.

Hari - hari berikutnya, saya mengikuti nasehat JM. Saya tidak sendiri lagi, saya mengambil alih keramaian. Sementara Evhy hanya duduk sendiri dan wajahnya tampak lusuh dan menyedihkan.

"puas?"

---

Namun, pada tengah malam saat terbangun... Tiba - tiba ada keinginan menyalakan laptop. Tanpa sengaja saya membuka kembali kenangan - kenangan PGH. Video - video kami, foto - foto kebersamaan dan memori sekejap meruntuhkan ego dan amarah.

Rasa rindu menari - nari. Seharusnya kita tidak boleh kekanak - kanakan. Apalagi usiaku kini 25 tahun dan usianya masih 24. Seharusnya saya yang mengalah.

Mulailah tanganku bermain, mengedit foto dan mengunggahnya di jejaring sosial Facebook.

---

Respon mereka sangat baik. Tapi Evhy belum online beberapa hari itu.

Sebelum mengedit foto saya membaca postingan Nida di Grup PGH:

"dikabarkan PGH akan bubar, is that true?"

Dijawab oleh Miss Ratna, "tidak benar. Semua akan baik - baik saja."

Lalu saya mengirimkan pesan pada Evhy. Bertanya tentang postingan Nida. Dan akhirnya kami berbaikan. Seperti anak - anak. Kami memang paling heboh dan kekanak - kanakan. Bahkan kejadian ini lebih heboh dibandingkan saat Nida marah pada Evhy... "what is friend for?"

Apapun itu, jawabannya adalah...

Friend is for sharing. We share love and kindness.

###

Pada sebuah rumah bernyanyi terbagus di Makassar, kami merayakan ulang tahun miss Ratna yang ditunda sejak bulan lalu dan juga ulang tahunku.

Sebuah kejutan dari PGH yaitu Birthday cake yang lilinnya susah ditiup... What a fun cake. Juga kado - kado dari mereka. Betul yang dikatakan Sita, "Don't do that anymore because we are friends."

Setelah bernyanyi dan makan kue, kami melanjutkan sesi foto - foto dan makan malam. Menu kesukaan saya, Ayam goreng lalapan.

###

Esoknya, meskipun kurang ramai, saya melanjutkan acara yang tertunda bersama guru - guru lantai 3. Sebagai ucapan terima kasih juga take and give atas kebaikan mereka padaku :)

###

Belum berakhir...

Tidak kalah spesialnya, adalah pada bulan ini seorang sahabat baik telah kembali ke Makassar. Sahabat semasa SMP.

Kami bertiga @-Wewe' yang masih lajang bertemu di salah satu Mall, makan lalu lanjut karaokean dan ke toko buku.

Bahagia, Alhamdulillah... Allah telah melimpahkan rezki dan kesehatan. Semoga di tahun ini saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan semoga kebaikan menyertaiku juga orang - orang yang menyayangiku.

I love you all.


Kamis, 13 September 2012

Special Gift is PGH

........
Speechless.

When the sky was gray then the whole world cold in the rain, I used to think that we're forever friends.

Setiap pertemanan pasti akan selalu ada perbedaan. Marah, adalah salah satu bumbunya. Ketika kita saling berjauhan; saat canda tawa tertunda sebentar oleh ego, atau... mungkin ada kecemburuan tipis, iri yang menusuk - nusuk dan segala sesuatu terlihat buruk...

"What is friend for?"
"tega..."
"Tak ada kecocokan"
"kau bukan temanku"
"dia sangat menyebalkan"
"betapa egoisnya dia"
"sungguh tidak sopan"
"off-side"
"penggosip..."
"nenek sihir"
"siluman jerawat abadi"
"tak akan kubagi lagi candaku padamu"
"I don't want..."

Itulah hujan badai beserta kilat dengan gunturnya, menggelegar menyeruak dan dingin yang menusuk.

Like a novel with its chapters. We always have our stories.

Biarkan hujan membasahi kobaran api.

"semua akan baik - baik saja."

Karena pelangi akan datang

"Don't do that anymore, we are friends" kata seorang teman.


Minggu, 09 September 2012

Chocolate

You can make your lonely day full of the special things with a Chocolate. Because a special starts with a simple thing.

Berkah kecil penuh kebahagiaan, the sweetest thing: Chocolate.


Someone

"would you like to give your heart?"

...

"I'll take care for it and I wanna give you my heart if you mind"

...

"Let me be yours, give me a chance to be your love."

...

"I will not beg you to feel the same, but let me try to catch your attention."

...

"You don't have to say anything, because I can see into your eyes... The true love has been sparkling."

...

"I guess you say 'yes' and please lend me your warm hand to know that you love me too."

And the woman that He loves hold his hand, she has found someone who loves her.

Love is a feeling, you can say what you feel but the true love is only a feeling that can't be explained why it does.

-Happy End-

Sabtu, 08 September 2012

LARI

Saat aku kecil, aku suka berlari...

Aku senang bisa berlari sekencang mungkin. Meskipun lutut berdarah, jatuh bagiku hal biasa.

Darah adalah warna kesukaanku, meskipun sakit tapi merah itu selalu menarik perhatianku.

Hingga suatu saat aku menyadari lariku tidak sekencang dulu, fisik mungkin melemah tapi aku selalu merindukan saat - saat aku bebas berlari. Dimana aku merasa tertantang dengan rasa takut akan keterlambatan, aku tetap berlari sampai ke titik akhir. Itulah aku, dulu.

Saat indah itu terekam lagi: berlari; pada saat hujan deras, pada saat anjing mengejar, lari dari serangan teman - teman jahil atau... saat aku terlambat.

Namun, kini aku tidak menyukainya lagi. Tidak, sungguh tidak suka. Lari bagiku kini sangat menyiksa diri. Jantung terasa sesak dan aku tidak sekuat dulu.

Mungkin, aku membutuhkan seseorang yang membuatku ingin lari bersamanya, berlari pada sebuah kota kecil yang penuh lampu pada saat malam menyelimuti bumi.

Tahukah kau?
Menemukan seseorang yang bersedia menemanimu lari dan menangkapmu pada saat jatuh adalah cinta yang paling indah, seperti saat kau baru belajar berlari dan orang tuamu dengan penuh kasih menangkapmu.

Karena itulah cinta sejati, cinta dari Tuhan.

Rindu

Aku tidak pernah tahu
Juga enggan mencari

Kau...

Aku, tidak pernah mengerti
Tentang keinginan
Mengenai kita
Juga merahnya cinta
Aku tidak pernah tahu
Tidak ingin tahu

Atau mungkin,
Sekedar pura - pura tidak tahu
Tentang aku yang tidak tahu

Mengapa aku harus merindukanmu?

-About Nothing; No One, Hasn't found yet-