Kamis, 13 September 2012

Special Gift is PGH

........
Speechless.

When the sky was gray then the whole world cold in the rain, I used to think that we're forever friends.

Setiap pertemanan pasti akan selalu ada perbedaan. Marah, adalah salah satu bumbunya. Ketika kita saling berjauhan; saat canda tawa tertunda sebentar oleh ego, atau... mungkin ada kecemburuan tipis, iri yang menusuk - nusuk dan segala sesuatu terlihat buruk...

"What is friend for?"
"tega..."
"Tak ada kecocokan"
"kau bukan temanku"
"dia sangat menyebalkan"
"betapa egoisnya dia"
"sungguh tidak sopan"
"off-side"
"penggosip..."
"nenek sihir"
"siluman jerawat abadi"
"tak akan kubagi lagi candaku padamu"
"I don't want..."

Itulah hujan badai beserta kilat dengan gunturnya, menggelegar menyeruak dan dingin yang menusuk.

Like a novel with its chapters. We always have our stories.

Biarkan hujan membasahi kobaran api.

"semua akan baik - baik saja."

Karena pelangi akan datang

"Don't do that anymore, we are friends" kata seorang teman.


Minggu, 09 September 2012

Chocolate

You can make your lonely day full of the special things with a Chocolate. Because a special starts with a simple thing.

Berkah kecil penuh kebahagiaan, the sweetest thing: Chocolate.


Someone

"would you like to give your heart?"

...

"I'll take care for it and I wanna give you my heart if you mind"

...

"Let me be yours, give me a chance to be your love."

...

"I will not beg you to feel the same, but let me try to catch your attention."

...

"You don't have to say anything, because I can see into your eyes... The true love has been sparkling."

...

"I guess you say 'yes' and please lend me your warm hand to know that you love me too."

And the woman that He loves hold his hand, she has found someone who loves her.

Love is a feeling, you can say what you feel but the true love is only a feeling that can't be explained why it does.

-Happy End-

Sabtu, 08 September 2012

LARI

Saat aku kecil, aku suka berlari...

Aku senang bisa berlari sekencang mungkin. Meskipun lutut berdarah, jatuh bagiku hal biasa.

Darah adalah warna kesukaanku, meskipun sakit tapi merah itu selalu menarik perhatianku.

Hingga suatu saat aku menyadari lariku tidak sekencang dulu, fisik mungkin melemah tapi aku selalu merindukan saat - saat aku bebas berlari. Dimana aku merasa tertantang dengan rasa takut akan keterlambatan, aku tetap berlari sampai ke titik akhir. Itulah aku, dulu.

Saat indah itu terekam lagi: berlari; pada saat hujan deras, pada saat anjing mengejar, lari dari serangan teman - teman jahil atau... saat aku terlambat.

Namun, kini aku tidak menyukainya lagi. Tidak, sungguh tidak suka. Lari bagiku kini sangat menyiksa diri. Jantung terasa sesak dan aku tidak sekuat dulu.

Mungkin, aku membutuhkan seseorang yang membuatku ingin lari bersamanya, berlari pada sebuah kota kecil yang penuh lampu pada saat malam menyelimuti bumi.

Tahukah kau?
Menemukan seseorang yang bersedia menemanimu lari dan menangkapmu pada saat jatuh adalah cinta yang paling indah, seperti saat kau baru belajar berlari dan orang tuamu dengan penuh kasih menangkapmu.

Karena itulah cinta sejati, cinta dari Tuhan.

Rindu

Aku tidak pernah tahu
Juga enggan mencari

Kau...

Aku, tidak pernah mengerti
Tentang keinginan
Mengenai kita
Juga merahnya cinta
Aku tidak pernah tahu
Tidak ingin tahu

Atau mungkin,
Sekedar pura - pura tidak tahu
Tentang aku yang tidak tahu

Mengapa aku harus merindukanmu?

-About Nothing; No One, Hasn't found yet-

Kamis, 19 Juli 2012

JM

Kebiasaan buruk yang
tertempel dan melekat padaku
adalah sering terlambat ke
Sekolah. Kemudian berlanjut
pada saat kuliah dan kerja.
Setiap jam 7.50 pagi, aku
sering berlarian untuk
menempelkan jempolku pada
finger-print di sekolah
tempatku bekerja. Suatu
keberuntungan bila tepat
pada jam 7.50 dan bila tidak…
aku masih punya teman yang
sering terlambat karena jarak
rumahnya yang jauh. Biasanya
kami sering bertemu di ruang
kecil untuk mengganti baju.
Kami menyebutnya: changing-
room.

“kamu terlambat berapa
menit?” tanya JM
“sebenarnya tujuh lima puluh
but pas pencet finger print
jadinya tujuh lima satu!”
jawabku dengan ekspresif.

Begitulah perbincangan kami
kurang lebih. Atau biasanya
juga aku yang duluan datang
dan ada rasa aman
tersembunyi bila aku yang
duluan datang, hmm… seperti
selamat dari bencana alam
hehehehe…

Kadang, bila tidak perlu
mengganti baju, aku langsung
mendatangi kelasnya untuk
mengecek kedatangannya:
terlambat atau tidak. Kalau
sudah datang duluan, aku
sering melanjutkan
perbincangan kami. Maklum
kami berdua punya banyak
kesamaan; mulai dari hobby,
makanan, kesan sangar, musik,
idola dan… kami sama – sama
mendapatkan hadiah mug atas
‘ehem’ prestasi
keberuntungan kami di English
meeting 2011 dan kami juga
masih mencari the right man
(^^,)

Ada satu kebiasaan JM yang
menjadi ciri khasnya, kalau lagi
malas… dia paling senang bolos
lebih dari sehari. Bisa 2 atau 3
hari. “sesak nafas” yayaya…
kerap kali bila ada guru lain
yang bertanya, “kenapa miss
JM tidak datang?” dan
kemudian ada yang menjawab,
“kasihan, dia sakit sesak
nafas.” Saat itu, selain merasa
sepi ada juga si setan yang
membisikkan prasangka buruk,
“paling – paling juga lagi malas.”
Hehehe… prasangka yang
kadang benar.

Mengecek keberadaannya
seperti mencarinya di kelas,
membuka changing-room atau
menengok rak sepatu
changing-room kadang secara
otomatis menjadi kebiasaan,
istilahnya sudah jadi “simple
present tense” buatku. Mimik
bahagia bila melihat sendal
yang berada di atas rak
sepatu yang tandanya JM
belum datang ataupun
sebaliknya, mimik kecewa bila
yang berada di rak adalah
sepatunya. Juga mengambilkan
kotak makan siangnya. Namun
ada hal yang selalu kulakukan
pada teman – teman guru lain
namun belum pernah kulakukan
padanya adalah…
menyembunyikan sepatunya.

Tiap pertemuan akan selalu
ada perpisahan.

We can meet
anytime but I know I’ll not see
you everyday again.

Satu hal yang lebay adalah
mengakui bahwa rasa
kehilangan itu ada. Suatu
kegiatan yang sudah menjadi
kebiasaan dan kemudian tiba –
tiba kita tidak melakukannya
lagi.

JM & MJ adalah sahabat
pertamaku di sekolah itu. Kami
bertiga dengan karakter yang
berbeda tapi punya beberapa
kesamaan juga punya
beberapa sahabat lainnya. Seperti Sita, Cenning, Carey, Nida, Mira dan Yuni.
Bukan berarti mereka tidak
spesial, but intensitas yang
menjadi ukuran kedekatan
kami. Kadang aku juga
mengakui sebagai sahabat,
aku kurang bisa adil.

Bagi kami
bertiga, coklat dan sejenisnya
adalah sebuah harta karun.
Selalu ada 3 coklat, selalu ada
jatah tetap untuk kami
bertiga secara sembunyi –
sembunyi sekecil apapun itu.
Dan itu juga kebiasaan kami
yang tak terlupakan.
Ada pun private moment,
istilahnya si MJ “Girls Day Out”
untuk kami bertiga yang sering
dikawal oleh kekasih MJ.
Sebenarnya tidak asyik kalau
Girls Day Out dibuntuti
kekasihnya MJ, tapi karena
kami bertiga juga selalu ingin
eksis… so, Aku menyebutnya si
tukang foto dan seksi
transportasi. Jadi ada yang
rela memotret kami bertiga
meskipun gilirannya untuk
difoto kadang terlupakan.
Makanya kami satu paket.

Thus, yes… we can meet again
sometimes. Sebagai sahabat
yang baik kita harus saling
mendukung kesuksesan satu
sama lain.

Teman bukan berarti
memiliki seutuhnya, sahabat
itu bukan milik kita yang bisa
kita tuntut untuk selalu
bersama kita dan juga tidak
untuk cemburu kalau jalan
dengan teman yang lainnya.

Temanku itu… yang selalu jadi
pendengar keluh kesahku,
yang selalu meredam emosiku
dengan nasehatnya, yang
wajahnya memerah ketika
suhu udara yang terlalu dingin,
yang tidak suka makanan
pedas, yang lebih suka menulis
notes kalau lagi marah, yang
tenang menghadapi masalah,
yang suaranya imut – imut
meskipun kalau diam wajahnya
garang, yang senang meminjam
buku selama berbulan – bulan,
yang lebih memilih coklat
ketimbang tas, yang tidak
suka pakai lipstick, yang sama
– sama punya cita – cita jadi
penulis (she’s a good writer)
dan dia… yang mengetahui isi
pikiranku saat yang lain salah
mengartikan sikapku. Itulah
dia, sahabatku, si pecinta
coklat: JM.

“you may imagine, the first day
you work there, I’ll check the
shoe rack though I’ve known I
can’t predict the thing that I
always do.”

The day I heard she’ll resign.
July 6th 2012
Luv, Poetry De Spice.



Rabu, 18 Juli 2012

A Chapter for Bonheur

Suara angin hendak menembus jendela. Aku mengintip Biru yang diselimuti kabut tua, tegas menyembunyikan bulan. Mengapa lampu - lampu Saint Etienne bersinar kelam malam ini?