The funniest Moment with Maria Nida Bidja in 2005.
Maria, nama yang indah dan bersejarah.
Begitupun sore itu, selesai berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Gorontalo.
Gue masih nimbrung bareng teman - teman 'cuz takut kesasar.
Sementara sibuk dengan tentengan masing - masing, Maria temen gue yang paling heboh and subur jadi pemimpin pasukan.
"Maria... Maria... Maria !!"
Spontan mata kami mencari - cari sumber suara tersebut, termasuk si Maria. Merasa tenar, Maria dengan percaya diri tingkat tinggi menghampiri lelaki paruh baya yang memanggil - manggil namanya.
"ada apa panggil - panggil?" tanya Maria dengan wajah bingung. Pak kusir yang ditanya Maria juga tidak kalah bingungnya, "panggil situ??" masih bingung bak bayi yang tak berdosa. Sambil memperbaiki lipatan jilbabnya, Maria menjelaskan, "tadi bapak panggil - panggil Maria kan?" lalu menoleh ke arah kami yang setia menanti dibelakang Maria.
Dengan cambuk di tangannya, pak kusir tersebut tertawa. "Oh, Maria nama kuda saya !"
Wajah Maria merah merona dan tawa kami meledak. "Maria... Maria... Maria !!!" seru pak kusir pada kudanya yang lagi rewel. Ckckckck... Maria... Maria...
written in September 9th, 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar