Minggu, 22 September 2013

Adelia Returns

September 2013.

Malam itu aku membuka album Facebook salah satu guru di sekolah tempatku mengajar. Yang ingin kulihat hanya foto - foto murid saja. Tiba - tiba aku menemukan foto seorang anak yang sudah lama tidak nampak, ia duduk bersama teman - temannya di kelas Beginner, seangkatan dengan Jessica Jordyn, Vincent and friends.

Sungguh, foto lama yang akhirnya membuatku bertanya, kemanakah anak ini berada? Sudah lama tidak nampak di sekolah.

Keesokan harinya berjalan seperti biasa. Tidak pernah sempat bertanya pada mantan gurunya. Hingga suatu pagi, aku berjalan menuju kelas Ms. Sita, tujuanku adalah mencari correction pen.

Beberapa murid tiba di kelas, Chloe dan Aurelia. Aku pun meninggalkan kelas setelah menyapa mereka yang disambut oleh Ms.Nina. Tujuanku adalah ke changing room.

Beberapa langkah meninggalkan kelas Ms. Masita, keningku tiba - tiba berkerut.

Bukannya anak ini yang sudah lama tidak kulihat? Ternyata dia masih ada? Tapi di kelasnya siapa?

Anak itu bermata besar, cantik dan imut - imut. Dia berjalan menuju ke? Kelas Ms. Masita?? Aku terus berjalan dengan tergesa - gesa karena harus stand-by di kelas. Setelah mengganti celana jeans, aku berencana untuk memberi tahu Ms. Masita, perihal yang kulihat tadi.

"Sita, kemana anak yang tadi menuju kesini?" tanyaku penasaran sambil mengecek absen yang tertempel di mading kelasnya.

"anak yang mana?" tanya Ms. Masita
"iya, dari tadi tidak ada anak yang masuk selain Chloe dan Aurelia." tukas Ms. Nina.

Aku sibuk menjelaskan pada Ms. Masita, siapa yang kumaksud.

"Masa sih kamu lupa muridmu dulu waktu Beginner?" desakku.
"Iya, lupa. Oh...! Iya iya iya, namanya Adel!" seru Ms. Masita.

Ms. Nina ikut penasaran, "tapi benar, disini tidak ada yang masuk selain tadi."

Aku menceritakan kembali kronologisnya. "Sumpah! Aku liat sendiri dia jalan menuju kesini sambil tenteng homework case!"

Ms. Masita dan Ms. Nina memandangku dengan serius bercampur paranoid. Maklum saja, cerita horor di sekolah bukan hal baru.

"Apa iya, arwahnya yang datang?" tanya Ms. Nina. Disambut heboh oleh Ms. Masita. "ih... Mungkin ada sesuatu yang terjadi dengan anak itu yah?" tambah Ms. Masita.

"Ntahlah, yang jelas, sudah lama nggak kedengaran kabarnya, kok tiba - tiba muncul?" kataku.

"Wah, kamu tau nggak anak itu punya kisah mengharukan. Tapi dia pintar banget! Mungkin ada sesuatu yang terjadi sampai dia muncul disini. Eww... Merinding!" ungkap Ms. Masita.

"ih, bulu kuduk jadi berdiri semua." ujar Ms. Nina.

---

Setelah heboh di kelas Ms. Masita, aku kembali ke kelasku. Sebelumnya aku juga sudah keliling di beberapa kelas tapi tidak menemukan anak itu. Di dalam daftar murid Pre-School juga tidak ada namanya. Kabar pun tidak ada, jadi apa benar?

Tiba - tiba Ms. Masita datang dengan tawa khasnya. Tertawa terbahak - bahak. Aku sedikit bingung tapi ikut tertawa melihatnya membawa seorang anak bermata indah dan kini sudah mulai besar.

Tidak ada kata - kata yang bisa menjelaskan kronologisnya. Tapi, kali ini memang aku sudah dibuat sakit perut karena tertawa mengingat kembali kata - kata Ms. Masita, "Mungkin arwahnya yang datang!"

Aku memeluk anak itu, rindu beberapa hari lalu terungkap sudah. Adelia telah kembali sekolah setelah setahun lamanya tidak hadir.

"Ternyata, kemarin Adel masuk sekolah lagi dan sekarang jadi muridnya Ms. Nurul." Terang Ms. Masita sambil tertawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar