Sabtu, 14 September 2013

Rindu yang Tak Lagi Merah Muda

Ntah kapan mulanya. Tapi kebersamaan yang dulunya selalu menjadi kerinduan merah muda yang bermekaran saat kita lama tak bertemu, kini buram sudah.

Layu, sebentar lagi berguguran. Mungkin rasa sayang masih tertanam di akarnya. Namun, peristiwa tusuk menusuk sungguh tak tertahankan lagi.

Lalu buat apa kita memutuskan menjadi satu, bila kesatuan itu tidak menyenangkan lagi?

Sebenarnya ada apa?
Apa yang salah?
Dimanakah solidaritas yang dulu kuat? Mengapa tak kutemukan lagi, ntah di benak maupun di otakku ini.

Bara api memang menyala - nyala sekarang, ntah nanti. Terlalu banyak ego, bukan ini yang kucari selama ini. Bukanlah persahabatan yang seperti ini.

"I don't like!!"
"Then why if I don't like?"
"Is there a problem officer??"

Bukankah berteman itu saling berbagi? Bukan ingin diakui "ter and ter" kemudian menjatuhkan yang lain. Menceritakan keburukan di belakang lalu menyindir. Lalu buat apa kita bersama bila yang terjadi seperti demikian?

Memperlihatkan sikap tidak tertarik, tidak antusias sama halnya dengan tidak menghargai. Atau mungkin ada dendam lama yang melatarbelakangi?? Sehingga caci dibalas caci. Sentimental dan keegoisan memetik habis bunga - bunga segar. Kebersamaan kita yang merah muda.

Apa untungnya kita berkumpul dalam satu taman bila dalam hati ada gejolak yang berbau busuk menari - nari, berserakan di ujung jenuh.

Sepertinya memang sudah tidak semerah dulu. Rindu yang tak lagi merah muda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar