Rabu, 19 September 2012

The Summary of July to September 2012

Joie De Vivre... Nikmati hidup senikmat mungkin.

Especially for this term, I am glad to have a very wonderful life.

Menjadi guru pre-school, suka duka terlukis indah. Banyak kejadian lucu yang tidak bisa dipaparkan satu per satu. Tapi bekerja dengan hati, kita akan selalu bahagia :)

Pada term kali ini, rasa bosan menghampiri saat saya tahu akan mendapat kelas Beginner. Why?? Rindu suasana Toddler class. Mengingat kembali masa training saya dulu bersama toddler yang lucu - lucu. Dan... thanks God, Head Master meng-iyakan.

July 2012 saya kembali memegang 3 Toddler. Jessica Aurel, si blasteran German & Indonesia yang ibunya sangat ramah, dermawan dan baik hati. Hmm, namanya Bunda Raiza.  Awalnya senang, Aurel si bule mempunyai wajah cantik. Matanya yang tajam, bibir merah dan kami sangat dekat. Tapi... untuk mengajar Aurel; saya harus memutar otak, mencari cara mengatasi sifatnya yang pembosan. I started from zero to teach her, and the result... Now she can recognize some shapes, letters, numbers, colours,etc. She'll move to Beginner class :')

The next is Kimberly. She's a cute little student who likes to say "mau makan... mau minum... mau e'e..." dengan logat khasnya :)

Kimmy, awalnya sangat pemalu dan nyaris tidak mengeluarkan suara. Butuh 3 minggu beradaptasi, mulai dengan senyum... You'd hard to see her smile. But she did some improvements. Kimmy yang sekarang, sudah agak ceria dan mau beradaptasi dengan teman - teman juga Mbak Ciya CS di pantry (khusus untuk washing hands+pee+poo). Term depan yang tinggal dihitung jari, Kimmy akan stay di Toddler memperlancar lagi hafalannya :)

The 3rd Toddler is my handsome student Muhammad Ataya Beckham. Surprised to hear his nick name "Beckham"... but I know why did Ms. Dina and Ms.Hana trust me to teach him cuz I LOVE all the things about SPICE GIRLS and ofcourse Victoria Beckham.

Mulanya saya sangat tidak menduga... Beckham sangat aktif dan tampaknya belum menemukan chemistry. Setiap datang kesekolah Beckham harus menangis dulu. Tapi, sebulan berikutnya Aurel membantu saya menenangkan Beckham. Seperti kata receptionist, "Beckham senang dengan yang cantik - cantik." hmmm untung saja, kata pengasuhnya... Menurut Beckham Miss Poetry itu cantik xixixixixixi... (jadi malu...) Dan Next term, Beckham masih harus berlatih untuk menjadi murid yang tidak cengeng lagi. Luv u Beckh :)

Di kelas pagi juga tidak kalah menyenangkan dan bonus beberapa kali komplain. Pertama, mizzundastood. About Cheryl's mum yang salah paham, kenapa anaknya selalu menangis. Padahal di kelas Cheryl sangat diistimewakan. But now it's better and normal. Yang kedua si Ayumi's mum... Can't tell but I wish next term she'll get the best class (without me) and hope she'll not regret to let my wonderful class xixixixixi...

From the beginning... Bad news, missundastood are not an obstacle for me to be a good teacher. Cuz the real happen will always be fun and smart.


Minggu, 16 September 2012

My Colourful 25th Birthday

I'd like to tell my colourful birthday :)

Saya lahir di Malang, tepat pada tanggal 2 September 1987. Tahun ini saya berusia 25.

Sebelumnya, tidak pernah membayangkan pada hari ulang tahun saya akan penuh dengan warna. Kecuali tradisi sahabat - sahabat saya di Sekolah (PGH), mereka dan saya sudah berencana untuk menggabung acara ulang tahun saya dengan Miss Ratna. Seperti biasa, setelah mengajar kami paling senang karaokean atau makan bersama, khususnya sesudah terima gaji :)

Sebelum tanggal 2 tiba, terjadi sedikit kesalahpahaman antara saya dan Evhy. Kami sama - sama tersinggung dengan masalah kecil. Pada saat itu saya sedang sensitive, tetapi awalnya hanya pura - pura marah saat Evhy menyebutku "Nenek Sihir" dan ditanggapi serius oleh Evhy.

Evhy, yang sangat mudah ciut dan cepat mengambil kesimpulan mengeluh di akun Facebooknya lalu memperkeruh keadaan. Jadilah kami tidak saling berbicara.

Pukul 00:20 tanggal 2 September hingga subuh tiba ucapan selamat memenuhi dinding akun, ponsel dan lain - lain. Sementara saya sibuk mempersiapkan diri untuk menghadiri akad nikah Ani. Salah satu anggota The Freak, karena diselenggarakan tepat pada hari ulang tahunku.

The Freak: Uyha, Wana, Listy, Masyita dan Saya harus rela melewati jalur daerah Camba ke Soppeng dengan mobil yang telah disiapkan oleh Wana. Cukup melelahkan dan membuat Listy mabuk karena supirnya ugal - ugalan.

Sesampainya disana, kami bertemu kembali dengan sahabat kami Ani setelah setahun lamanya tidak berjumpa. Suasana yang sepi dan panas di Soppeng tidak membuat kami bosan. Uyha selalu menghibur kami.

Selepas ijab kabul dan kedua mempelai duduk di pelaminan, kami foto bareng. Lalu saat pengantin melakukan sesi foto, kami naik ke atas  (rumah panggung yang terbuat dari kayu jati, tradisional Makassar.red) untuk menunggu Ani.

Beberapa ibu menghidangkan kue - kue tradisional, kami menyebutnya kue pengantin yang dipercaya bahwa bagi para bujang dan gadis yang belum menikah jika memakan kue pengantin maka akan segera menyusul alias bertemu jodoh dan meskipun hanya mitos kami selalu antusias untuk memakannya. Begitupun Uyha, walau sudah menikah di tahun 2011, Uyha yang paling tidak sabar.

Dan, para kerabat dekat keluarga Ani pun dijamu oleh tuan rumah. Sementara kami yang duduk di sudut ruang tamu sejenak dilupakan.

"wah... Kenapa kita tidak dipanggil?" tanya Uyha sambil memandang kue - kue lezat yang digemarinya.

Kerabat dan tuan rumah tak sedikitpun menoleh kebelakang mereka: kami. Hingga Uyha yang sedari tadi menunggu dan melirik kue dengan gayanya yang kocak, tak mampu bersabar lagi...

Ia mengambil sebuah guci yang terbuat dari anyaman bambu dan terbungkus kain merah berbentuk seperti gendang. Uyha pun memulai kegilaannya. Ia merogoh isi guci yang kosong dan berperan sebagai bapak yang menghitung jumlah amplop.

"haji Salihi lima puluh, haji Sahada' sepuluh... Aji Suleha sepuluh. Nda mau ja saya sisa - sisa" (kue.red)

Lalu bernyanyi sambil memukul gendang.

"teaja - teaja sisa... Bella na ma' nu tau... Bella bella na mamo... Bella na bella na tonja datang, Seratus ribu poeng di solo'... Don't forget to take away... Don't forget take away... Cucur... Egg... Takkallong... Takkallong laloi..."

Kami pun tertawa terbahak - bahak. Dan pada saat pulang, kami berencana singgah ke MJ alias Mas Joko. Penjual bakso lezat dekat sekolah kami SMAN 5 Makassar.

Dan jam 7:30 malam kami sampai di Makassar lalu menyantap bakso urat paling enak di Makassar versi The Freak.

---

Jam 8:30 malam saya sampai di rumah yang gelap karena lampu sedang padam. Pegal dan tulang seperti remuk.

Belum puas meluruskan badan di tempat tidurku, tiba - tiba datang seorang tetangga yang tampan, yang sudah seperti adik dan muridku. Ia membawa sebuah kue cake dengan lilin. Keluarga dan tetangga memberikan kejutan manis.

###

Beberapa hari setelah tanggal 2 September.

Suasana sekolah sepi. Desas - desus rencana yang simpang - siur makin terdengar ditelingaku. Keadaan semakin keruh setelah Evhy berkata, "tidak akan kubagi lagi candaku denganmu."

Saya memutuskan untuk tidak ikut. Miss Ratna sebagai yang dituakan, bolak - balik mengunjungi kelas saya. Tapi tidak sempat menyampaikan tujuannya, kemudian disusul oleh Mira, Sita dan Nida. Mereka hendak membujuk saya agar berubah pikiran dan bertanya apakah saya ingin join atau tidak?

Saya belum bisa menjawab, dan sedikit marah menyindir Evhy bahwa dia yang harus datang kekelas saya, bukan saya yang kesana. Tapi setelah dipanggil, Evhy tidak mau.

Dan akhirnya saya menjawab, "No... I won't."

Rasa sedih menggerogoti hari dan hati saya saat itu. Ketika melihat kesunyian; sendiri di kelas bersama guru baru, Marie yang paling dekat pun lebih memilih pergi ke Terong daripada menemaniku membeli cincin emas hadiah patungan guru - guru lantai 2 untuk kepala sekolah yang akan menikah.

I felt lonely, like I didn't have anyone to trust and be with me that day.

Sepulang sekolah, saya tidak sejengkalpun bersama PGH. Saat itu, Evhy duduk bersama yang lain dan diriku gigih menjaga gengsi dan berlalu pulang.

Di kamar, dengan penuh kekesalan dan kesedihan... Saya menghubungi JM, si pendengar setia. Mungkin pada saat seperti itu, dialah yang selalu berfikiran jernih dan memandang sebuah masalah dengan bijak.

"Jangan meluapkan emosi pada semuanya kalau yang bermasalah padamu cuma satu orang."

Dan saya setuju dengan penegasannya. Tapi selalu ada bisikan tidak terima. Rasa egois telah menjalar disetiap sudut otak saya.

"kalau memang tidak bisa, itu hak kamu, tapi jangan menutup diri dengan yang lain yang tidak bersalah, sendiri dikelas... That's just not you. Mungkin karena kau orang yang heboh dan penuh keceriaan, sementara Evhy tidak tau bahwa kau kadang suka jahil dan marah tapi tidak benar - benar marah, sebab itu dia tersinggung dan dia sangat perasa." panjang lebar JM.

"iya, iya... Sudah berapa kali kau tegaskan dia perasa, meskipun kalian mungkin lebih ingin menjaga perasaan Evhy. Tapi saya juga punya perasaan. Oke, baiklah..." jawabku kala itu.

"begini, kami pastinya tidak membela siapapun disini karena kita semua sahabat. Tapi, karena kami menganggap kau lebih kuat daripada Evhy, makanya mereka berharap dirimu yang mengalah. Bukan karena salah, karena lebih kuat." Tegas JM.

"atau, kalau memang sudah tidak bisa ditolerir, jangan biarkan teman - teman yang lain lebih memilih Evhy karena pastinya kau akan merasa sendiri. Tunjukkan pada mereka bahwa dirimu lebih pantas dipertahankan."

2 Jam bertukar pikiran, akhirnya saya sudah merasa tenang kembali.

Hari - hari berikutnya, saya mengikuti nasehat JM. Saya tidak sendiri lagi, saya mengambil alih keramaian. Sementara Evhy hanya duduk sendiri dan wajahnya tampak lusuh dan menyedihkan.

"puas?"

---

Namun, pada tengah malam saat terbangun... Tiba - tiba ada keinginan menyalakan laptop. Tanpa sengaja saya membuka kembali kenangan - kenangan PGH. Video - video kami, foto - foto kebersamaan dan memori sekejap meruntuhkan ego dan amarah.

Rasa rindu menari - nari. Seharusnya kita tidak boleh kekanak - kanakan. Apalagi usiaku kini 25 tahun dan usianya masih 24. Seharusnya saya yang mengalah.

Mulailah tanganku bermain, mengedit foto dan mengunggahnya di jejaring sosial Facebook.

---

Respon mereka sangat baik. Tapi Evhy belum online beberapa hari itu.

Sebelum mengedit foto saya membaca postingan Nida di Grup PGH:

"dikabarkan PGH akan bubar, is that true?"

Dijawab oleh Miss Ratna, "tidak benar. Semua akan baik - baik saja."

Lalu saya mengirimkan pesan pada Evhy. Bertanya tentang postingan Nida. Dan akhirnya kami berbaikan. Seperti anak - anak. Kami memang paling heboh dan kekanak - kanakan. Bahkan kejadian ini lebih heboh dibandingkan saat Nida marah pada Evhy... "what is friend for?"

Apapun itu, jawabannya adalah...

Friend is for sharing. We share love and kindness.

###

Pada sebuah rumah bernyanyi terbagus di Makassar, kami merayakan ulang tahun miss Ratna yang ditunda sejak bulan lalu dan juga ulang tahunku.

Sebuah kejutan dari PGH yaitu Birthday cake yang lilinnya susah ditiup... What a fun cake. Juga kado - kado dari mereka. Betul yang dikatakan Sita, "Don't do that anymore because we are friends."

Setelah bernyanyi dan makan kue, kami melanjutkan sesi foto - foto dan makan malam. Menu kesukaan saya, Ayam goreng lalapan.

###

Esoknya, meskipun kurang ramai, saya melanjutkan acara yang tertunda bersama guru - guru lantai 3. Sebagai ucapan terima kasih juga take and give atas kebaikan mereka padaku :)

###

Belum berakhir...

Tidak kalah spesialnya, adalah pada bulan ini seorang sahabat baik telah kembali ke Makassar. Sahabat semasa SMP.

Kami bertiga @-Wewe' yang masih lajang bertemu di salah satu Mall, makan lalu lanjut karaokean dan ke toko buku.

Bahagia, Alhamdulillah... Allah telah melimpahkan rezki dan kesehatan. Semoga di tahun ini saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan semoga kebaikan menyertaiku juga orang - orang yang menyayangiku.

I love you all.


Kamis, 13 September 2012

Special Gift is PGH

........
Speechless.

When the sky was gray then the whole world cold in the rain, I used to think that we're forever friends.

Setiap pertemanan pasti akan selalu ada perbedaan. Marah, adalah salah satu bumbunya. Ketika kita saling berjauhan; saat canda tawa tertunda sebentar oleh ego, atau... mungkin ada kecemburuan tipis, iri yang menusuk - nusuk dan segala sesuatu terlihat buruk...

"What is friend for?"
"tega..."
"Tak ada kecocokan"
"kau bukan temanku"
"dia sangat menyebalkan"
"betapa egoisnya dia"
"sungguh tidak sopan"
"off-side"
"penggosip..."
"nenek sihir"
"siluman jerawat abadi"
"tak akan kubagi lagi candaku padamu"
"I don't want..."

Itulah hujan badai beserta kilat dengan gunturnya, menggelegar menyeruak dan dingin yang menusuk.

Like a novel with its chapters. We always have our stories.

Biarkan hujan membasahi kobaran api.

"semua akan baik - baik saja."

Karena pelangi akan datang

"Don't do that anymore, we are friends" kata seorang teman.


Minggu, 09 September 2012

Chocolate

You can make your lonely day full of the special things with a Chocolate. Because a special starts with a simple thing.

Berkah kecil penuh kebahagiaan, the sweetest thing: Chocolate.


Someone

"would you like to give your heart?"

...

"I'll take care for it and I wanna give you my heart if you mind"

...

"Let me be yours, give me a chance to be your love."

...

"I will not beg you to feel the same, but let me try to catch your attention."

...

"You don't have to say anything, because I can see into your eyes... The true love has been sparkling."

...

"I guess you say 'yes' and please lend me your warm hand to know that you love me too."

And the woman that He loves hold his hand, she has found someone who loves her.

Love is a feeling, you can say what you feel but the true love is only a feeling that can't be explained why it does.

-Happy End-

Sabtu, 08 September 2012

LARI

Saat aku kecil, aku suka berlari...

Aku senang bisa berlari sekencang mungkin. Meskipun lutut berdarah, jatuh bagiku hal biasa.

Darah adalah warna kesukaanku, meskipun sakit tapi merah itu selalu menarik perhatianku.

Hingga suatu saat aku menyadari lariku tidak sekencang dulu, fisik mungkin melemah tapi aku selalu merindukan saat - saat aku bebas berlari. Dimana aku merasa tertantang dengan rasa takut akan keterlambatan, aku tetap berlari sampai ke titik akhir. Itulah aku, dulu.

Saat indah itu terekam lagi: berlari; pada saat hujan deras, pada saat anjing mengejar, lari dari serangan teman - teman jahil atau... saat aku terlambat.

Namun, kini aku tidak menyukainya lagi. Tidak, sungguh tidak suka. Lari bagiku kini sangat menyiksa diri. Jantung terasa sesak dan aku tidak sekuat dulu.

Mungkin, aku membutuhkan seseorang yang membuatku ingin lari bersamanya, berlari pada sebuah kota kecil yang penuh lampu pada saat malam menyelimuti bumi.

Tahukah kau?
Menemukan seseorang yang bersedia menemanimu lari dan menangkapmu pada saat jatuh adalah cinta yang paling indah, seperti saat kau baru belajar berlari dan orang tuamu dengan penuh kasih menangkapmu.

Karena itulah cinta sejati, cinta dari Tuhan.

Rindu

Aku tidak pernah tahu
Juga enggan mencari

Kau...

Aku, tidak pernah mengerti
Tentang keinginan
Mengenai kita
Juga merahnya cinta
Aku tidak pernah tahu
Tidak ingin tahu

Atau mungkin,
Sekedar pura - pura tidak tahu
Tentang aku yang tidak tahu

Mengapa aku harus merindukanmu?

-About Nothing; No One, Hasn't found yet-