I'd like to tell my colourful birthday :)
Saya lahir di Malang, tepat pada tanggal 2 September 1987. Tahun ini saya berusia 25.
Sebelumnya, tidak pernah membayangkan pada hari ulang tahun saya akan penuh dengan warna. Kecuali tradisi sahabat - sahabat saya di Sekolah (PGH), mereka dan saya sudah berencana untuk menggabung acara ulang tahun saya dengan Miss Ratna. Seperti biasa, setelah mengajar kami paling senang karaokean atau makan bersama, khususnya sesudah terima gaji :)
Sebelum tanggal 2 tiba, terjadi sedikit kesalahpahaman antara saya dan Evhy. Kami sama - sama tersinggung dengan masalah kecil. Pada saat itu saya sedang sensitive, tetapi awalnya hanya pura - pura marah saat Evhy menyebutku "Nenek Sihir" dan ditanggapi serius oleh Evhy.
Evhy, yang sangat mudah ciut dan cepat mengambil kesimpulan mengeluh di akun Facebooknya lalu memperkeruh keadaan. Jadilah kami tidak saling berbicara.
Pukul 00:20 tanggal 2 September hingga subuh tiba ucapan selamat memenuhi dinding akun, ponsel dan lain - lain. Sementara saya sibuk mempersiapkan diri untuk menghadiri akad nikah Ani. Salah satu anggota The Freak, karena diselenggarakan tepat pada hari ulang tahunku.
The Freak: Uyha, Wana, Listy, Masyita dan Saya harus rela melewati jalur daerah Camba ke Soppeng dengan mobil yang telah disiapkan oleh Wana. Cukup melelahkan dan membuat Listy mabuk karena supirnya ugal - ugalan.
Sesampainya disana, kami bertemu kembali dengan sahabat kami Ani setelah setahun lamanya tidak berjumpa. Suasana yang sepi dan panas di Soppeng tidak membuat kami bosan. Uyha selalu menghibur kami.
Selepas ijab kabul dan kedua mempelai duduk di pelaminan, kami foto bareng. Lalu saat pengantin melakukan sesi foto, kami naik ke atas (rumah panggung yang terbuat dari kayu jati, tradisional Makassar.red) untuk menunggu Ani.
Beberapa ibu menghidangkan kue - kue tradisional, kami menyebutnya kue pengantin yang dipercaya bahwa bagi para bujang dan gadis yang belum menikah jika memakan kue pengantin maka akan segera menyusul alias bertemu jodoh dan meskipun hanya mitos kami selalu antusias untuk memakannya. Begitupun Uyha, walau sudah menikah di tahun 2011, Uyha yang paling tidak sabar.
Dan, para kerabat dekat keluarga Ani pun dijamu oleh tuan rumah. Sementara kami yang duduk di sudut ruang tamu sejenak dilupakan.
"wah... Kenapa kita tidak dipanggil?" tanya Uyha sambil memandang kue - kue lezat yang digemarinya.
Kerabat dan tuan rumah tak sedikitpun menoleh kebelakang mereka: kami. Hingga Uyha yang sedari tadi menunggu dan melirik kue dengan gayanya yang kocak, tak mampu bersabar lagi...
Ia mengambil sebuah guci yang terbuat dari anyaman bambu dan terbungkus kain merah berbentuk seperti gendang. Uyha pun memulai kegilaannya. Ia merogoh isi guci yang kosong dan berperan sebagai bapak yang menghitung jumlah amplop.
"haji Salihi lima puluh, haji Sahada' sepuluh... Aji Suleha sepuluh. Nda mau ja saya sisa - sisa" (kue.red)
Lalu bernyanyi sambil memukul gendang.
"teaja - teaja sisa... Bella na ma' nu tau... Bella bella na mamo... Bella na bella na tonja datang, Seratus ribu poeng di solo'... Don't forget to take away... Don't forget take away... Cucur... Egg... Takkallong... Takkallong laloi..."
Kami pun tertawa terbahak - bahak. Dan pada saat pulang, kami berencana singgah ke MJ alias Mas Joko. Penjual bakso lezat dekat sekolah kami SMAN 5 Makassar.
Dan jam 7:30 malam kami sampai di Makassar lalu menyantap bakso urat paling enak di Makassar versi The Freak.
---
Jam 8:30 malam saya sampai di rumah yang gelap karena lampu sedang padam. Pegal dan tulang seperti remuk.
Belum puas meluruskan badan di tempat tidurku, tiba - tiba datang seorang tetangga yang tampan, yang sudah seperti adik dan muridku. Ia membawa sebuah kue cake dengan lilin. Keluarga dan tetangga memberikan kejutan manis.
###
Beberapa hari setelah tanggal 2 September.
Suasana sekolah sepi. Desas - desus rencana yang simpang - siur makin terdengar ditelingaku. Keadaan semakin keruh setelah Evhy berkata, "tidak akan kubagi lagi candaku denganmu."
Saya memutuskan untuk tidak ikut. Miss Ratna sebagai yang dituakan, bolak - balik mengunjungi kelas saya. Tapi tidak sempat menyampaikan tujuannya, kemudian disusul oleh Mira, Sita dan Nida. Mereka hendak membujuk saya agar berubah pikiran dan bertanya apakah saya ingin join atau tidak?
Saya belum bisa menjawab, dan sedikit marah menyindir Evhy bahwa dia yang harus datang kekelas saya, bukan saya yang kesana. Tapi setelah dipanggil, Evhy tidak mau.
Dan akhirnya saya menjawab, "No... I won't."
Rasa sedih menggerogoti hari dan hati saya saat itu. Ketika melihat kesunyian; sendiri di kelas bersama guru baru, Marie yang paling dekat pun lebih memilih pergi ke Terong daripada menemaniku membeli cincin emas hadiah patungan guru - guru lantai 2 untuk kepala sekolah yang akan menikah.
I felt lonely, like I didn't have anyone to trust and be with me that day.
Sepulang sekolah, saya tidak sejengkalpun bersama PGH. Saat itu, Evhy duduk bersama yang lain dan diriku gigih menjaga gengsi dan berlalu pulang.
Di kamar, dengan penuh kekesalan dan kesedihan... Saya menghubungi JM, si pendengar setia. Mungkin pada saat seperti itu, dialah yang selalu berfikiran jernih dan memandang sebuah masalah dengan bijak.
"Jangan meluapkan emosi pada semuanya kalau yang bermasalah padamu cuma satu orang."
Dan saya setuju dengan penegasannya. Tapi selalu ada bisikan tidak terima. Rasa egois telah menjalar disetiap sudut otak saya.
"kalau memang tidak bisa, itu hak kamu, tapi jangan menutup diri dengan yang lain yang tidak bersalah, sendiri dikelas... That's just not you. Mungkin karena kau orang yang heboh dan penuh keceriaan, sementara Evhy tidak tau bahwa kau kadang suka jahil dan marah tapi tidak benar - benar marah, sebab itu dia tersinggung dan dia sangat perasa." panjang lebar JM.
"iya, iya... Sudah berapa kali kau tegaskan dia perasa, meskipun kalian mungkin lebih ingin menjaga perasaan Evhy. Tapi saya juga punya perasaan. Oke, baiklah..." jawabku kala itu.
"begini, kami pastinya tidak membela siapapun disini karena kita semua sahabat. Tapi, karena kami menganggap kau lebih kuat daripada Evhy, makanya mereka berharap dirimu yang mengalah. Bukan karena salah, karena lebih kuat." Tegas JM.
"atau, kalau memang sudah tidak bisa ditolerir, jangan biarkan teman - teman yang lain lebih memilih Evhy karena pastinya kau akan merasa sendiri. Tunjukkan pada mereka bahwa dirimu lebih pantas dipertahankan."
2 Jam bertukar pikiran, akhirnya saya sudah merasa tenang kembali.
Hari - hari berikutnya, saya mengikuti nasehat JM. Saya tidak sendiri lagi, saya mengambil alih keramaian. Sementara Evhy hanya duduk sendiri dan wajahnya tampak lusuh dan menyedihkan.
"puas?"
---
Namun, pada tengah malam saat terbangun... Tiba - tiba ada keinginan menyalakan laptop. Tanpa sengaja saya membuka kembali kenangan - kenangan PGH. Video - video kami, foto - foto kebersamaan dan memori sekejap meruntuhkan ego dan amarah.
Rasa rindu menari - nari. Seharusnya kita tidak boleh kekanak - kanakan. Apalagi usiaku kini 25 tahun dan usianya masih 24. Seharusnya saya yang mengalah.
Mulailah tanganku bermain, mengedit foto dan mengunggahnya di jejaring sosial Facebook.
---
Respon mereka sangat baik. Tapi Evhy belum online beberapa hari itu.
Sebelum mengedit foto saya membaca postingan Nida di Grup PGH:
"dikabarkan PGH akan bubar, is that true?"
Dijawab oleh Miss Ratna, "tidak benar. Semua akan baik - baik saja."
Lalu saya mengirimkan pesan pada Evhy. Bertanya tentang postingan Nida. Dan akhirnya kami berbaikan. Seperti anak - anak. Kami memang paling heboh dan kekanak - kanakan. Bahkan kejadian ini lebih heboh dibandingkan saat Nida marah pada Evhy... "what is friend for?"
Apapun itu, jawabannya adalah...
Friend is for sharing. We share love and kindness.
###
Pada sebuah rumah bernyanyi terbagus di Makassar, kami merayakan ulang tahun miss Ratna yang ditunda sejak bulan lalu dan juga ulang tahunku.
Sebuah kejutan dari PGH yaitu Birthday cake yang lilinnya susah ditiup... What a fun cake. Juga kado - kado dari mereka. Betul yang dikatakan Sita, "Don't do that anymore because we are friends."
Setelah bernyanyi dan makan kue, kami melanjutkan sesi foto - foto dan makan malam. Menu kesukaan saya, Ayam goreng lalapan.
###
Esoknya, meskipun kurang ramai, saya melanjutkan acara yang tertunda bersama guru - guru lantai 3. Sebagai ucapan terima kasih juga take and give atas kebaikan mereka padaku :)
###
Belum berakhir...
Tidak kalah spesialnya, adalah pada bulan ini seorang sahabat baik telah kembali ke Makassar. Sahabat semasa SMP.
Kami bertiga @-Wewe' yang masih lajang bertemu di salah satu Mall, makan lalu lanjut karaokean dan ke toko buku.
Bahagia, Alhamdulillah... Allah telah melimpahkan rezki dan kesehatan. Semoga di tahun ini saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan semoga kebaikan menyertaiku juga orang - orang yang menyayangiku.
I love you all.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar