Suara busuk tentangmu selalu saja harum. Tidak semenitpun mataku melihat cela di dirimu.
Setiap saat penantianku merah merona
Melukis pulau bahagia denganmu hingga gerbang pagi menutup malam.
Namun kau ibarat peluru yang tenggelam di dasar laut. Kau telah jatuh dalam dekapan samudera, lenyap.
Dan remah - remah kenangan pun dibawa pergi semut.
Tidak ada lagi merah yang merona. keheningan pagi berselimut kabut terbang ke ujung dunia.
Kudengar suara lain memanggil namaku, suara yang bersemayam dalam kuas baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar