I always remember…
Dari tahun ke tahun,
waktu terasa cepat namun kadang begitu lambat.
Kehebatan waktu adalah kita dipertemukan dalam canda yang mungkin menyakitkan dan mungkin juga menyelipkan kerinduan; ketika kita telah berjalan pada jalur kita masing – masing, dan kita pasti akan mengingat saat – saat bersama yang
biasa saja, sederhana tapi we will always remember.
Masih terekam jelas, sang waktu mengantarku di
bulan Februari 2011. Pukul 07.10 pagi, masih sunyi. Aku duduk di antara beberapa guru. Salahsatunya dia; seorang guru yang tenang dan ramah. Kami sudah berkenalan kemarin namanya Ratna.
Aku juga tidak lupa dengan sebungkus keripik yang ditawarkannya. Mungkin dia gemar makan keripik, sebab sudah 2 hari dia menawarkan.
Perbincangan berlanjut pada latar belakang pendidikan kami. Jarang bagiku mudah akrab dengan orang baru, kecuali ada kesamaan dan kata kuncinya adalah: Perancis.
Sarjana Sastra Perancis jebolan UNHAS bertemu dengan diriku yang tergila – gila dengan kesenian dan keindahan Perancis. Bukan hanya itu, perbincangan kami berlanjut pada ‘kenal ini- kenal itu’ dan singkatnya kamipun akrab.
Kami juga sering pulang bersama, karena sejalur angkutan umum dan kemudian banyak kisah – kisah yang dibincangkan di dalam angkutan umum berkode E tersebut. Mulai dari kisah cinta dan banyak hal.
Ms. Carey, begitulah panggilan akrabku padanya. Tidak ada
yang menyangka bahwa gadis lembut dan pendiam sepertinya bisa gila juga. Seumpama Isaac Newton sang penemu teorema binomial, diriku adalah penemu sisi lain
dari Ms. Ratna yang
sebelumnya belum diketahui guru – guru lain.
Beberapa tahun menyendiri dan diam dalam abu – abu, gadis kelahiran tahun 1984 yang mempunyai cirikhas rambut belah tengah dan kuncir ekor kuda dan tak pernah sekalipun menguraikan rambutnya kemudian terurai di suatu ketika.
Hari itu, kami ditraktir karaoke dan satu lagu yang
entah mengapa tiba – tiba membuat Ms. Ratna bergairah lalu ia berdiri dengan semangat bernyanyi dan tentunya suaranya powerful bak Mariah Carey. Satu hal yang
mencengangkan dan membuatku tertawa terbahak – bahak adalah saat ia melepaskan ikat rambutnya lalu menyibak rambut yang tidak pernah sekalipun diurainya didepan teman – teman lain sambil bernyanyi. Sejak saat itu perubahan menghiasi tiap kelas, dengan senyum dan candanya bersamaku dan beberapa teman lain seperti Marie, JM, Sita, Gita, Cenning, Needha, Mira, Yuni dan Dedew.
Ada satu alasan dari semua perubahan di atas. Penjelasan mengenai perubahan itu, selain penemuanku bahwa ia adalah seorang teman yang murah hati dan tidak mudah percaya pada orang dan telah menemukan sahabat yang belum ia dapatkan di tempat itu; sahabat yang
mempersatukannya dengan sahabat lain yang tak kalah baik dan gila. Sahabat yang sering berulah dan unik yaitu Poetry Spice ^^
Karena masa – masa indah dan suram itu tak terlupakan, so I always remember. Juga ketika ia memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. Tempat dimana kita bertemu dan membuat karya – karya yang terpajang beberapa waktu lalu terganti dengan karya lain. Namun dalam karya tersebut; ada potongan – potongan kebersamaan.
Terima kasih atas kebaikan yang selama ini terjalin, bantuan – bantuan yang belum bisa terbalaskan dan maafku atas candaan yang menggores hati.
Don’t forget our class “Casablanca” and remember I’ll hide your shoe anytime, because I like it ;’)
Au Revoir Mademoiselle Carey,
Poetry Spice
Tidak ada komentar:
Posting Komentar