Dua puluh detik lalu, saat mentari senja berbisik, ia menyebut namamu.
"Sudahlah, jangan ingat lagi masa itu." Tapi, senja kali ini hening membawaku padamu.
Sore setelah selasai kuliah, aku melihatmu diseberang dan kau pun melihatku. Kita tersenyum penuh arti. Dibalik pagar fakultas kita masing - masing, kita berlari seolah kau dan aku sudah lama tidak bertemu. Padahal itu baru dua hari yang lalu, bukan?
Kau berseru, "hey! gum!" akupun tak kalah serunya, "Gum!"
Dulu, selalu begitu. Sebelum persahabatan kita berubah menjadi cinta, kemudian merubahnya menjadi sebuah jarak yang lebih jauh. Jarak yang tidak mungkin kita seberangi lagi saat senja berbias, Gum!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar